Jangan ragukan janji Alloh untuk mencukupkan rizki kalian.

Allah dan Rasul-Nya yang mulia tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan, berada dalam keraguan dalam usahanya mencari penghidupan.
Tetapi sebaliknya, sebab-sebab rizki itu telah diatur dan dijelaskan.
Seandainya umat ini mau memahaminya, menyadarinya, berpegang teguh dengannya serta menggunakan sebabsebab itu dengan baik, niscaya Allah Yang Maha Pemberi Rizki dan memiliki kekuatan akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah, serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi.
Allah berfirman:

وكم من دآبة لا تحمل رزقها، الله يرزقها وإياكم وهو السميع العليم.
“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membewa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah lah yang member rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Al-Ankabut: 60)

Rezeki itu tidak akan pernah berhenti untuk mencari dan menemui pemiliknya.
Rezeki tidak akan pernah tertukar.

Rasulullahi صلى الله عليه و سلم bersabda:
لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ هَرَبَ مِنْ رِزْقِهِ كَمَا يَهَرَبُ مِنَ الْمَوْتِ؛ لَأَدْرَكَهُ رِزْقُهُ كَمَا يُدْرِكُهُ الْمَوْتُ
“Walaupun anak cucu Adam lari dari rezekinya sebagaimana dia lari dari kematian, sudah pasti rezekinya akan menemui dia sebagaimana kematian menemui dia” ( HR ahmad dishohihkan Al-Albaaniy dalam ash Shohihah, 952)

Sudah pasti rezeki akan menemui manusia sebagaimana kematian menemuinya. Jika kita memahami hadits ini dengan baik, maka pasti tidak akan ada kekhawatiran tentang masalah rezeki.

Rezekilah yang mencari pemiliknya. Rezekilah yang akan mencari kita, jangan khawatir! Tidak akan tertukar!.
Selama kematian belum menemui kita, maka rezeki pasti tetap ada bagi kita. Kematian tidak akan datang kecuali jatah rezeki kita sudah habis. Selama masih tercatat sebagai manusia hidup, maka yakinlah rezeki pasti selalu ada.

Namun demikian, bukan berarti kita lenggang kangkung bermalas-malasan dengan alasan tawakkal pada Alloh rezeki akan datang.
Ini alasannya para pemalas.

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda,
لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً وتروح بطاناً
“Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)

Yakin iya..
Tawakkal harus..
Usahanya juga maksimal..

Jangan seperti mereka, yang lupa atau pura-pura lupa akan janji Alloh Ar-Rozzaq.

Dan Alloh Sang Khaliq tidaklah mensyariatkan agamaNya hanya sebagai petun-juk bagi umat manusia dalam perkara-perkara akhirat dan kebahagiaan mereka di sana saja. Tetapi Allah mensyariatkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia.

Dan jangan remehkan do’a.
Diantara do’a yang sering dipanjatkan Nabi kita , kekasih Tuhan Semes-ta Alam, yang dijadikanNya sebagai teladan bagi umat ma-nusia adalah:

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
“Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaik-an di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka.”
Semoga bermanfaat.

Wallohu waliyyut taufik

?Ust. Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc